Dinkes Tomohon Genjot 12 Standar Pelayanan Kesehatan Masyarakat CSWL

Tomohon-Di tahun 2023 ini, Dinas Kesehatan Kota Tomohon terus mengoptimalkan program dari Wali Kota Tomohon Caroll Senduk (CS) dan Wakil Wali Kota Wenny Lumentut (WL).

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon, dr John Lumopa pada konperensi pers yang digelar Bagian Prokopim Setda Kota Tomohon, bersama para jurnalis yang sehari-hari ‘ngepos’ di Pemkot Tomohon, Kamis (20/7/2023).

dr. Lumopa mengatakan bahwa saat ini Dinas Kesehatan Tomohon terus memberikan pelayanan yang terbaik dalam upaya mengoptimalkan program Pemkot Tomohon disektor kesehatan. Diantaranya program pelayanan minimum kesehatan.

“Ada 12 standar pelayanan SPM kesehatan yaitu pengelolaan pelayanan, kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi baru lahir, pengelolaan pelayanan kesehatan balita, pengelolaan pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pengelolaan pelayanan kesehatan pada usia produktif, pengelolaan pelayanan kesehatan pada usia lanjut, dan lainnya,” ucapnya.

Lanjutnya, adapun program dalam rangka peningkatan pelayanan sarana dan prasarana kesehatan diantaranya pengadaan alat kesehatan/alat penunjang medik, fasilitas pelayanan kesehatan, pengembangan rumah sakit, rehabilitasi dan pemeliharaan rumah sakit, pengadaan alat kesehatan/alat penunjang medik,” ujarnya.

Disebutkan pula oleh dr Lumopa, pihaknya menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan diantaranya Tomohon SmartCity, penyediaan dan pengelolaan sistem penanganan gawat darurat terpadu (SPGDT), pengelolaan data dan informasi kesehatan dan pengelolaan sistem informasi kesehatan,” terangnya.

Berdasarkan evaluasi sebutnya, program pada tahun 2023 ini berdasarkan laporan kinerja adalah penanganan masalah stunting.

“Penanganan dan pencegahan Stunting pada tahun 2023 sesuai data per Februari, Tomohon tinggal 10 kasus. Ini data kasus paling rendah di Sulut bahkan se nasional. Karena target nasional hingga 2024 adalah 14 persen,” ujarnya.

Sisi lain, ia mengatakan bahwa semester satu (1) 2023 terkait laporan realisasi anggaran, Dinas Kesehatan Daerah sendiri telah mencapai 45 persen.

“Capaian ini pun sudah masuk pada 139 sub program kegiatan kesehatan di satuan kerja perangkat daerah kami,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *