Di tengah pandemi corona, pembunuhan terjadi di Langowan
Forummedia,Minahasa – Peristiwa pembunuhan terjadi lagi di Langowan di tengah pandemi Covid-19, di desa walantakan kecamatan Langowan utara, Kabupaten Minahasa, Minggu (05/05/2020) sekira pukul 02.30 wita, Laki-laki berusia 19 tahun atas nama Alfa Abdul merupakan korban meninggal dunia dalam kasus pembunuhan.
Tak hanya itu, pelaku T juga menikam Steven Tumangkeng alias Penjo (24) warga Desa Walantakan jaga 1, Kecamatan Langowan Utara. Sedangkan Exel Pandeiroth alias Acong, yang tak lain adalah teman kedua korban, berhasil melarikan diri.
Berdasarkan rilis dari Polres Minahasa, Alfa meninggal dunia karena diduga dianiyaya dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis Tombak
hasil pemeriksaan dokter rumah sakit, bahwa korban meninggal akibat pendarahan yang berlebihan. Sementara pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi
Kejadian berawal ketika dirinya bersama tujuh temannya berkumpul di rumah keluarga Saerang-Kolomban usai makan – makan di Desa Amongena Tiga jaga 3, Kecamatan Langowan Timur, pada Minggu (5/4) sekira pukul 02.30 Wita.
Tak lama kemudian datang kendaraan bermotor yang berboncengan tiga dengan membawa senjata tajam (Sajam). Saat itu juga pelaku bersama teman – temannya mencegat dengan menggunakan tombak, kemudian para korban terjatuh dijalan. Saat terjatuh, pelaku langsung menusuk korban Alva dengan tombak dibagian perut sebelah kanan dan menembus pada bagian belakang. Selanjutnya pelaku menikam korban Steven dibagian perut sebelah kiri. Sedangkan Exel berhasil melarikan diri.
Menurut keterangan Edward Timisela alias Edo, sekira pukul 02.20 Wita, dirinya dan kedua korban berkumpul dirumah keluarga Botu – Tangian di Desa Walantakan jaga 1, Kecamatan Langowan Utara. Mereka bermain game online sambil meneguk minuman keras (Miras). Tak lama kemudian korban yang sudah dipengaruhi Miras, beranjak mengunakan sepeda motor menuju Desa Amongena Tiga kompleks KPR.
Merasa khawatir, Edo bersama temannya Love Botu alias Boting, menyusul para korban dengan mengunakan sepeda motor. Sesampainya di Desa Amongena Satu, saksi menemukan korban Steven dan Alfa dijalan raya dengan keadaan terluka.
Kemudian dengan mengunakan sepeda motor, Edo bersama Boting melarikan kedua korban ke Rumah Sakit Budi Setia Langowan. Sementara sepeda motor yang digunakan korban tertinggal di tempat kejadian.
Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasubag Humas AKP Ferdy Pelengkahu, tak menampik akan peristiwa berdarah yang menewaskan satu orang tersebut.
“Motifnya hanya karena para korban sudah Miras dan membawa sajam, kemudian dicegat pelaku dan terjadi penganiayaan yang berujung kematian,” kata Kasubag Humas.
Mendapat informasi kejadian tersebut, tim Resmob Polres Minahasa yang sudah berkoordinasi dengan Polsek Langowan, langsung mencari pelaku. Tak lebih sejam, pelaku berhasil diringkus beserta barang bukti tombak. “Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres untuk mengantisipasi adanya aksi saling balas dendam,” jelasnya.
Dalam rangka mengamankan tempat kejadian perkara( TKP) dan agar tidak terjadi tindakan tambahan dari kerabat korban maupun masyarakat lainnya, Polres Minahasa dan Polsek Langowan akan datang berjaga .
“Untuk mengantisipasi terjadinya perkelahian antar kelompok, kepolisian telah mengambil tindakan pencegahan dengan melakukan pengamanan di desa pelaku dan korban,” tandasnya.
