dr. Basuki Rahmat: Vaksin Alami dari Alam dan Interaksi Sosial Adalah Kunci Imun
forummedia.id, JAKARTA – Selama empat tahun terakhir, sebuah perspektif mendalam tersimpan rapat di benak dr. Basuki Rahmat, Sp.JP (K). Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini akhirnya angkat bicara mengenai keyakinannya terhadap sistem imun manusia, sebuah konsep yang ia sebut sebagai “vaksin alami.”
Meski berprofesi sebagai klinisi di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSHK), pandangan dr. Basuki melampaui sekadar prosedur medis konvensional. Ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang anti-vaksin, melainkan seorang “militan” pro-vaksin—hanya saja, vaksin yang ia maksud bukan berasal dari ujung jarum suntik.
Bagi dr. Basuki, hidup itu sendiri adalah proses vaksinasi yang berkelanjutan. Ia menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan berbagai infeksi setiap hari. Dalam kondisi fisik yang prima (fit), ia bahkan sesekali berani memasuki ruang isolasi kasus berat seperti TBC atau MRSA tanpa masker.
“Vaksin saya adalah hidup itu sendiri,” ungkapnya. “Saya membiarkan miliaran mikrobiota alam mengajar tubuh saya cara bertahan.”
Praktik ini ia lakukan melalui cara-cara yang sangat membumi: mandi di mata air alami, hingga tradisi begibung (makan bersama) dengan rekan komunitas sepedanya. Baginya, paparan bakteri dan virus dari lingkungan sekitar adalah “informasi” berharga yang memperkaya bank data biologis tubuh.
Salah satu momen paling krusial dalam kesaksiannya adalah saat ia terpapar COVID-19. Alih-alih melakukan isolasi ketat yang menjauhkan diri dari keluarga, dr. Basuki justru memilih pendekatan yang tak lazim. Setelah memastikan istri dan anak-anaknya dalam kondisi fit, ia justru mengajak mereka berpelukan di tengah kondisi demam dan kehilangan indra penciuman.
Menurutnya, sentuhan fisik dan kasih sayang keluarga adalah bagian yang tak terpisahkan dari sistem imunologi manusia. Keberanian ini membuahkan hasil; ia bersyukur keluarga tercintanya tetap diberikan kesehatan hingga saat ini.
Meski meyakini kekuatan kekebalan alami, dr. Basuki tetap menerima suntikan vaksin COVID-19 pada Februari 2021. Namun, motivasinya bukanlah rasa takut akan penyakit, melainkan cinta dan kewajiban keluarga.
“Saya harus segera ke Temanggung saat itu karena bapak mertua saya wafat. Saya tidak menyesal (divaksin), karena itu demi orang yang saya sayangi,” kenangnya.
Sebagai ahli kardiologi dengan gelar FIHA (Fellow of the Indonesian Heart Association), dr. Basuki menekankan bahwa tubuh manusia adalah entitas cerdas ciptaan Tuhan yang mampu membangun kekebalan secara bertahap.
Ia menutup pesannya dengan sebuah refleksi mendalam tentang kondisi masyarakat saat ini yang sering kali didominasi oleh ketakutan berlebih.
“Di zaman yang penuh ketakutan seperti hari ini, keberanian untuk kembali percaya pada tubuh sendiri adalah salah satu bentuk ibadah yang paling sunyi,” pungkasnya.
Profil Singkat: dr. Basuki Rahmat, Sp.JP (K), FIHA merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan. Ia aktif berpraktik di RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSHK) dan dikenal sebagai ahli kardiologi yang memiliki dedikasi tinggi pada kesehatan jantung masyarakat.
