Andika Dan Krisan Jawara Nyong – Noni Sulut 2023
Sejarah mencatat, kalau sejak kontes Nyong Noni Sulut mulai digulir pertama kali si bumi Nyiur Melambai ditahun 1973 zaman Sulut dipegang Gubernur HV Worang, baru tahun 2023 ini di era Sulut dipimpin Olly Dondokambey, tuan rumah penyelenggaraan PNNS mampir di Tomohon. Tomohon menjadi 50 tahun Emas PNNS. Sekali lagi ini sejarah tersendiri dan bangga pastinya.
Tidak sekadar sukses. Andika Khosuma Liando (25 tahun) dan Krisan Valerie Sangari (23 tahun) yang dinobatkan sebagai Nyong dan Noni Sulut 2023 menorehkan prestasi yakni menyamai prestasi dari Kabupaten Minahasa 21 tahun silam.
Catatan yang dihimpun jurnalis media ini, menyebutkan, tahun 2002 Nyong dan Noni Sulut diraih oleh Menix Lasut dan Mikhaela Paruntu. Dimana keduanya utusan Kabupaten Minahasa.
Sebelumnya, sepuluh tahun sebelum Menix Lasut dan Mikhaela Paruntu, persisnya tahun 1992, Nyong dan Noni Sulut dipegang oleh Donny Tamboto (alm) dan Tity Turang keduanya mewakili Kabupaten Minahasa.
Atau sedikit berbeda, 43 tahun silam, persisnya di tahun 1980, untuk kali pertama orang Tomohon meyandang gelar Nyong dan Noni Sulut secara bersamaan yakni Charles Sulangi (asal Talete Satu) dan Honey Kussoy (asal Lansot). Kala itu malam finalnya digelar di Gedung Koni Sario Manado. Dan hadiahnya, saat itu harga cengkeh meroket, berupa tour ke Singapore dan Hongkong bersama Clove Farmera.
Charles Sulangi dan Honey Kussoy keduanya berhasil menyandingkan gelar Nyong dan Noni Sulut, hanya saja Charles Sulangi mewakili Minahasa dan Honey Kussoy wakili Kotamadya Manado.
Sementara perempuan pertama asal Tomohon yang menjadi Noni Sulut yakni Silvana Kussoy (asal Lansot) dia adalah kakak dari Honey Kusoy. Silvana menjadi Noni Sulut di tahun 1974 dan Nyong Sulut-nya Mario Awondatu (alm)
