Kerusakan Lingkungan Akibat Revitalisasi Danau Tondano
forummedia.id, Minahasa – Persoalan penambangan Galian C di Minahasa meskipun ada manfaat ekonomi, namun juga memiliki lebih banyak dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.
Salah satu dampak negatif terbesar dari galian c adalah kerusakan lingkungan. Proses penambangan bahan material dapat menyebabkan erosi, banjir, dan pengurangan kualitas air dan tanah. Deforestasi yang terkait dengan galian C juga mempengaruhi ekosistem hutan dan habitat satwa liar di Kabupaten Minahasa. Banyak spesies satwa liar mengalami kepunahan karena hilangnya habitat mereka, dan lingkungan yang merusak membuat hidup manusia dan tanaman di sekitar lokasi tambang menjadi rusak.
Selain itu, debu tebal dan getaran akibat aktivitas penambangan menjadi keluhan utama warga yang tinggal di sekitar lokasi galian. Salah seorang warga menyampaikan keresahannya.
“Hampir setiap hari kami harus berhadapan dengan debu dan getaran yang tidak hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan rumah kami,” ujar warga Tondano yang meminta namanya untuk tidak dipublish.
Ironinya, material yang dihasilkan dari Galian C ini hampir semua muatan digunakan untuk proyek revitalisasi Danau Tondano. Proyek yang seharusnya berorientasi pada pelestarian lingkungan justru memicu kerusakan ekosistem di wilayah lainnya. Daerah tangkapan ikan Nelayan semakin menyempit ditambah air menjadi keruh karena aktifitas proyek, padahal masyarakat pesisir untuk kebutuhan air bersih bergantung di Danau.

Untuk itu Pemkab Minahasa harus serius memitigasi masalah kerusakan lingkungan akibat galian C. Hal ini membutuhkan upaya kolektif untuk memastikan bahwa sumber daya alam digunakan dengan bijak dan tidak merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
“Pemerintah harus serius, kerusakan lingkungan adalah masalah yang harus ditangani segera,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah dapat bertindak serius menangani kasus ini.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas dan memastikan keadilan bagi masyarakat terdampak.
