BKKBN Apresiasi Penanganan Stunting Di Kota Tomohon Turun
Forummedia.id, Tomohon – Kota Tomohon dimana dari semua kabupaten/kota di Sulawesi Utara (Sulut) Kota Tomohon satu satunya daerah yang sudah mencapai target 2024 prevalensi stunting dibawah 14 persen.
Studi Data Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukan prevalensi angka stunting di Sulut berada di angka 20,5 persen. Dan, Kota Tomohon sudah berada pada angka 13,7 persen.
Artinya bahwa target Nasional penurunan prevalensi stunting 14 persen tahun 2024 sudah dilampaui.
“Tentu ini merupakan bukti berkat dari kerja keras semua stakeholder yang ada di Kota Tomohon. Kami mengajak kita sekalian walaupun saat ini kita sudah menurunkan prevalensi stunting diangka 13,7 persen, marilah kita terus tingkatkan sinergitas agar harapan dan cita – cita kita Kota Tomohon zero (0%) stunting dapat terwujud,” ujar Wali Kota Tomohon Caroll Senduk pada kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting, di Aula SMA Kristen 1 Tomohon, Selasa (28/3/2023).
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian BKKBN RI Bonivasius P Ichtiarto, mengatakan kerja sama, sinergi dari semua pihak akan menurunkan angka stunting.
“Apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon atas capaian prevalensi angka stunting sudah dibawa rata rata Nasional. Tentu ini adalah bukti kerja sama dari semua pihak,” puji Bonivasius.
Disisi lain Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Diano Tino Tandaju menambahkan prevalensi stunting di Kota Tomohon sebesar 13,7 persen, hasil ini menempatkan Kota Tomohon sebagai satu satunya Kabupaten/Kota di Sulut yang sudah mencapai target 2024 yaitu harus berada dibawah 14 persen.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan MOU ASN Peduli Kependudukan (Dinas PPKB bersama BKPSDM Kota Tomohon), Generasi Muda Peduli Kependudukan (Dinas PPKB bersama DPD II KNPI Kota Tomohon), Pramuka Peduli Kependudukan (Dinas PPKB dengan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tomohon).
Juga pencanangan 44 Kelurahan kampung KB dan SMA Kristen 1 Tomohon sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, yang ditandai dengan pemukulan alat musik kolintang.
Penandatanganan MOU dilakukan oleh Ketua Kwarcab gerakan pramuka Kota Tomohon Jeand’arc Senduk Karundeng, Ketua DPD II KNPI Kota Tomohon, Karlheinz Putra Minahasa Senduk, Kepala BKPSDM Albert Tulus bersama Kadis PPKB Daerah Kota Tomohon Mareyke Manengkey.
“Sejak dicanangkan Presiden RI Joko Widodo pada 14 Januari 2016 silam, Kampung Berkualitas terus bertumbuh pesat”
“Semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB (kampung berkualitas) diseluruh Nusantara didalamnya Kota Tomohon telah menghasilkan perubahan yang sangat luar biasa dibidang kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” kata Caroll Senduk.
Nampak pula hadir dalam kegiatan, jajaran Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian BKKBN RI, unsur Kelurahan (para Lurah), masyarakat didalamnya Kader KB, unsur terkait lainnya, bersama unsur siswa.
