Pangan Murah Pemda Sangat Membantu Warga Minahasa
forummedia.id, Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Perdagangan kembali menggelar program Pasar Murah sebagai bentuk kepedulian dan langkah konkret membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan mendasar di tengah dampak fenomena kemarau panjang El Nino.
Kegiatan tersebut dipusatkan di depan Gereja Sentrum Tondano, Selasa (4/8/2026), usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino yang berlangsung di Lapangan Sam Ratulangi Tondano.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang hadir mendatangi area penjualan. Bupati Minahasa Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan komoditas beras premium secara simbolis kepada masyarakat.
Dalam program ini, Pemkab Minahasa memberikan subsidi harga beras sebesar Rp37.500 per kemasan 5 kilogram. Dengan subsidi tersebut, masyarakat dapat menebus beras kualitas premium seharga Rp52.000 per kemasan, jauh di bawah harga pasar normal yang menyentuh angka Rp89.500.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa, Lona Wattie, S.STP., M.A.P., menegaskan bahwa agenda ini merupakan program murni pemerintah daerah yang telah digelar secara berkelanjutan di beberapa titik wilayah Minahasa.
“Kegiatan ini murni inisiatif Pemkab Minahasa melalui Dinas Perdagangan untuk membantu warga yang membutuhkan. Beras yang kami sediakan adalah kualitas premium,” ujar Lona di lokasi kegiatan.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, masyarakat yang ingin membeli diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setiap KTP dibatasi untuk pembelian maksimal dua kemasan beras ukuran 5 kilogram. Pada kegiatan kali ini, komoditas yang disediakan berfokus pada bahan pangan pokok beras.
Inisiatif Gerakan Pangan Murah ini disambut positif oleh warga setempat karena dinilai efektif menekan pengeluaran belanja harian di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.
Frets Rawung, salah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang bangunan, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan pasar murah tersebut.
“Beban belanja dapur kami jadi jauh lebih ringan, karena harga di pasar umum saat ini jauh lebih tinggi. Kami berharap program pemerintah daerah ini bisa terus rutin dilaksanakan di tengah kondisi kemarau dan inflasi,” ungkap Frets. (advetorial)
