Serap Aspirasi di Tonsea Lama, Rio Dondokambey Soroti Evaluasi Program MBG dan Pendidikan
forummedia.id, MINAHASA – Anggota DPR RI, Rio Dondokambey, menggelar agenda reses perdananya di Desa Tonsea Lama, Kabupaten Minahasa, pada Kamis (30/4/2026). Kehadiran legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat guna diperjuangkan di tingkat pusat.
Dalam kunjungan konstitusional tersebut, Rio didampingi oleh jajaran anggota DPRD Kabupaten Minahasa, di antaranya Rio Rindengan, Leoni Mongi, Sarah Dondokambey, dan Franciscus Enoch, serta turut dihadiri oleh Hukum Tua Desa Tonsea Lama, Estafanus Dimpudus.
Berdasarkan pantauan di lokasi, isu pendidikan menjadi poin paling dominan yang disampaikan warga dalam sesi dialog. Masyarakat mengeluhkan kondisi fisik sejumlah gedung sekolah yang mulai memprihatinkan serta minimnya fasilitas penunjang bagi siswa.
Selain pendidikan, warga juga menitipkan aspirasi terkait kebutuhan renovasi fasilitas peribadatan, khususnya gedung gereja, serta pembangunan infrastruktur desa lainnya.
“Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan rakyat. Semua masukan ini akan kami rangkum secara formal untuk dibahas bersama kementerian terkait di Jakarta,” tegas Rio.
Salah satu poin krusial yang mencuat dalam reses kali ini adalah terkait pelaksanaan program pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes). Sejumlah warga mengeluhkan bahwa distribusi MBG terkadang tidak sesuai dengan standar yang diharapkan.
Menanggapi hal tersebut, Rio menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.
“Program seperti MBG ini berjalan harian, maka evaluasi berkala sangat mutlak dilakukan. Kami ingin menampung masukan teknis dari lapangan agar rekomendasi yang kami bawa ke pusat benar-benar berkualitas dan tepat sasaran,” tambahnya.
Rio Dondokambey menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat. Ia berkomitmen untuk mengawal setiap poin aspirasi, baik di bidang sosial maupun pendidikan, agar masuk dalam skema kebijakan nasional.
Melalui reses ini, diharapkan pembangunan di wilayah Minahasa, khususnya Desa Tonsea Lama, dapat lebih merata dan menyentuh substansi kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.
