Jelang perayaan Natal 2021, Kadis DLH Ingatkan Warga Agar Jangan Buang Sampah Sembarangan

FM – Tondano, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa menggelar ibadah perayaan Natal Yesus Kristus tahun 2021, Rabu (22/12) siang, bertempat di halaman Kantor DLH, Kelurahan Sasaran Kecamatan Tondano Utara.

Dalam sambutan dan pesan kesan Natal usai ibadah yang dipimpin Ketua Jemaat GMIM Filadelfia Timu Kecamatan Remboken, Pdt Henny Luntungan-Rumangu MTH, Kepala DLM Minahasa Vecky Kaloh mengajak seluruh jajaran DLH dan seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa pada umumnya, agar menjaga lingkungan tetap lestari.

“Di perayaan Natal tahun 2021 ini, kita diperkenankan lagi untuk merenungkan dan menghayati Natal. Salah satu cara kita memaknai Natal adalah dengan menjaga lingkungan di sekitar kita. Saya meminta kepada seluruh masyarakat, mari kita memaknai Natal ini dengan menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Mari jaga kebersihan dan hindari pencemaran lingkungan yang bermuara pada kerusakan lingkungan. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat Minahasa mendukung program Pemerintah Kabupaten Minahasa dibawah pimpinan Bupati  Royke Octavian Roring  dan Wakil Bupati Robby Dondokambey, dalam upaya penyelamatan Danau Tondano dari kepunahan, dimana segala cara, daya dan upaya dilakukan untuk kelestarian danau kebanggaan warga Minahasa.

“Setiap sampah yang kita buang sembarangan, apalagi yang ada di seputaran Tondano, akan masuk ke Danau Tondano yang menyebabkan terjadinya pendangkalan dan pencemaran lingkungan. Mari kita jaga Danau kita dengan membantu mendukung pemerintah dalam upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulut, maupun Pemkab Minahasa,” tukasnya.

Natal itu Kasih, Natal itu mengampuni dan mengasihi. Sehingga, pada kesempatan itu juga, dirinya memohon maaf kepada seluruh jajaran DLH Minahasa, bila ada hal-hal yang kurang menyenangkan terjadi.

“Pada kesempatan yang baik ini, mohon maaf bila saya ada kesalahan, baik dalam tutur kata, dalam tindakan, maupun dalam keputusan-keputusan yang saya ambil yang mungkin kurang menyenangkan bagi seluruh bawahan saya. Biarlah dalam suasana Natal ini, kita saling mengampuni, memaafkan dan saling mengasihi satu dengan yang lain, agar kita boleh menyambut dan merayakan Natal dengan penuh sukacita,” ujarnya.

“Kesempatan ini juga, sekalipun kita sudah sangat maksimal dalam menjalankan tugas, selalu saja masih ada yang kurang, masih ada yang keliru dan masih ada yang kurang memuaskan. Momentum ini menjadi semangat bagi kita untuk melakukan lebih maksimal lagi di waktu-waktu yang akan datang,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *