Karni Ilyas: Berita Kini Bukan Lagi Demi Publik, Tapi Alat Politik
forummedia.id, JAKARTA – Wartawan senior sekaligus sosok yang kerap dijuluki “Presiden ILC”, Karni Ilyas, melontarkan kritik keras terhadap kondisi dunia jurnalistik Indonesia saat ini. Dalam sebuah diskusi mendalam di kanal Akbar Faizal Uncensored, Karni menyoroti rapuhnya integritas jurnalis dan ancaman nyata berkurangnya kepercayaan publik terhadap institusi media arus utama.
Pria yang telah malang melintang di berbagai rezim pemerintahan ini menyebut bahwa tantangan terbesar pers saat ini bukan lagi sekadar tekanan kekuasaan, melainkan goyahnya prinsip dasar para Jurnalis.
Karni menyatakan bahwa jurnalisme seharusnya berdiri tegak sebagai pilar demokrasi yang lurus. Namun, ia melihat realita yang berbanding terbalik di lapangan.
”Kritik paling keras saya adalah ketidakmampuan para jurnalis untuk mempertahankan integritas. Profesi ini seharusnya berdiri tegak dan lurus, namun kenyataannya banyak yang goyah,” ujar Karni dalam petikan wawancara.
Lebih lanjut, Karni menyoroti bagaimana ruang redaksi kini kian sesak oleh intervensi kepentingan di luar kepentingan publik. Ia membedah dua faktor utama yang menyusupi kemurnian pemberitaan:
Intervensi Bisnis: Media sering kali terpaksa tunduk pada kemauan pemilik modal atau strategi pengamanan pemasang iklan.
Afiliasi Politik: Banyak kanal media yang kini terang-terangan terafiliasi dengan tokoh atau partai politik tertentu, yang mengakibatkan informasi yang sampai ke masyarakat menjadi bias dan kehilangan objektivitasnya.
Dampak dari jurnalisme yang tidak jujur ini, menurut Karni, adalah runtuhnya public trust atau kepercayaan masyarakat. Ia memberikan peringatan keras bahwa jika tren ini berlanjut, profesi jurnalisme sedang berada di ambang kehancuran.
”Jika publik sudah tidak percaya lagi pada media, maka profesi jurnalisme secara perlahan akan mati,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa informasi hasil rekayasa hanya akan membuat audiens meninggalkan media tersebut secara permanen.
Sebagai penutup, Karni menekankan bahwa kejujuran adalah komoditas utama dalam industri pers. Tanpa kejujuran, media tidak lagi memiliki nilai jual, karena kepercayaan adalah satu-satunya hal yang sebenarnya “dibeli” oleh publik dari sebuah produk jurnalistik. (Redaksi FM)
