Pemkab Minahasa Gelar Festival Danau Tondano Moment Kebangkitan Ekonomi
Forummedia.id – Tondano, Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali menyapa dunia melalui even Festival Danau Tondano yang resmi dibuka Kamis (3/11), kemarin di Astoud Hill Tondano.

Festival Danau Tondano dengan mengangkat “Minahasa Rebound” ini sekaligus dilaksanakan sebagai salah satu ajang kebangkitan sektor Pariwisata di Kabupaten Minahasa pasca pandemic.

Bupati Minahasa Royke O Roring mengatakan bahwa Pariwisata merupakan salah satu sektor penunjang majunya ekonomi daerah maupun nasional.
Oleh karena itu diharapkan melalui Festival tersebut, ekonomi di Minahasa terus bangkit dan tumbuh. Dan tentunya dari segi Pariwisata, Minahasa akan lebih dikenal dunia luar.
“Festival Danau Tondano ini salah satu gelaran untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Minahasa. Keunikan utama dari even ini terletak pada Danau Tondano. Danau yang memiliki dinilai sejarah dan memiliki daya tarik serta nilai jual yang jual wisata yang profektif, “kata Bupati saat membuka kegiatan festival yang ikut dihadiri perwakilan Kemenparekraf, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, perwakilan pemerintah propinsi, dan Pemerintah kab/kota di Sulit dan forkopimda.

Bupati mengatakan, even festival Danau Tondano tahun ini masuk salah satu dari 110 even Pariwisata dan Ekonomi kreatif yang masuk dalam program karisma evem nusantara (KEN) program Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Menjadi harapan kami bahwa even festival danau Tondano ini akan memberi dampak positif bagi ekonomi, sosial budaya, lingkungan, ” ucap Bupati.
Direktur Infrastruktur Ekomomi Kreatif Kemenparekraf, Haryanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam setiap perhelatan penting dalam ekonomi kreatif selalu memunculkan seluruh potensi yang ada. Haryanto menyebutkan, Kemenparekraf selalu hadir dan menjadi bagian integral dari pariwisata Indonesia.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Sulut, Pemkab Minahasa serta seluruh jajaran, pemangku kepentingan yang telah berkoloborasi memajukan pariwisata melalui event ini,” tutur Haryanto.
Menurutnya, Festival danau Tondano ini dilaksanakan dalam rangka mempromosikan danau terbesar di Sulut ini, dan satu dari 15 prioritas nasional. Lebih lanjut dia menjelaskan, wisata alam dan ragam potensi lainnya yang mejadi unggulan turut berkontribusi bagi masyarakat secara luas.
Seperti diketahui, Danau yang terletak diketinggian 600 M DPL dengan luas 4.278 heltar yang merupakan penghasil ikan air tawar endemik seperti mujair, kabos, payangka, wiko (udang kecil), nike, nilem, ikan mas, lobster hitam dll.
Sementara itu festival yang digelar selama tiga hari akan dilaksanakan sejumlah kegiatan. Seperti pentas tarian tradisional, parade perahu, balap perahu, parade bendi hias, pameran UMKM, lomba bakar nasi jaha dan masak mujair woku.
