Pemkab Minahasa Terjebak Seremonial, Lupa Urusan Dasar Masyarakat

forummedia.id, Tondano – Julukan Tondano sebagai “Kota Air” kini tengah diprotes oleh warga sendiri. Meski berada di tepian Danau Tondano yang merupakan sumber daya air raksasa di Sulawesi Utara, masyarakat setempat justru mengeluhkan sulitnya akses air bersih dan beban biaya yang harus mereka tanggung untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut.

​Masalah struktural yang berkepanjangan di Kabupaten Minahasa ini memicu kritik tajam terhadap prioritas kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa. Masyarakat merasa ironis karena kekayaan alam yang ada di depan mata tidak terkonversi menjadi layanan publik yang memadai.

​Richard Rambitan, seorang alumni Universitas Negeri Manado (Unima), menyatakan bahwa pemerintah daerah tampak lebih sibuk dengan urusan yang bersifat simbolis daripada menyentuh persoalan substansial.

​“Pemkab Minahasa jangan hanya terjebak dengan urusan seremonial belaka, ketimbang memprioritaskan program kerja substansial yang secara signifikan dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat,” tegas Richard.

​Menurutnya, masalah pasokan air adalah kebutuhan dasar yang seharusnya berada di urutan teratas daftar prioritas pimpinan daerah. Ketimpangan antara julukan daerah dan realitas di lapangan dianggap sebagai bukti kurangnya keseriusan dalam mengelola infrastruktur dasar.

​Pemanfaatan Danau Tondano dinilai belum menyentuh aspek kesejahteraan langsung bagi warga kota. Richard menyoroti belum adanya langkah fundamental, seperti pengaturan sistem perpipaan yang optimal yang mengambil sumber langsung dari danau untuk mendistribusikan air ke rumah-rumah warga secara terjangkau.

​Realitas di Lapangan: Warga harus mengeluarkan biaya tambahan (membeli air) meski tinggal di daerah sumber air, Kurangnya pembenahan infrastruktur perpipaan dan distribusi.

​Pemkab dinilai lebih mengutamakan kegiatan seremonial daripada pembenahan fundamental.

​Masyarakat berharap adanya pergeseran fokus dari kegiatan-kegiatan seremonial menuju pembangunan infrastruktur yang konkret. Sebagai daerah dengan sumber daya air yang melimpah, Tondano seharusnya menjadi model pengelolaan air bersih yang mandiri dan murah bagi rakyatnya, bukan justru menjadi wilayah di mana warganya sulit dapatkan air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *