Program JKN Sangat Membantu Warga Minahasa
FORUMMEDIA.ID – Tondano, Kehadiran Program JKN terus memberikan manfaat nyata bagi setiap pesertanya. Jihan Djakaria (39) salah satunya, Jihan adalah seorang ibu dari dua orang anak yang tinggal di Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa. Jihan mengaku senang karena seluruh biaya pengobatan atas penyakit demam berdarah (DBD) yang sempat dideritanya pada awal tahun 2022 ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN.
Jihan merupakan peserta Program JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga. Saat ditemui dikediamannya pada Selasa (20/09), Jihan kemudian menceritakan pengalamannya saat awal dirinya dinyatakan menderita penyakit DBD pada bulan Maret tahun 2022.
“Awalnya saya demam, saya juga mual dan tenggerokan sakit, wajah saya juga berwarna kemerahan. Setelah tiga hari konsumsi obat dan tidak ada perubahan, anak saya menyarankan saya untuk langsung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Sam Ratulangi. Disana saya diperiksa dan didiagnosa terkena penyakit demam berdarah,” cerita Jihan.
Jihan menyampaikan, selama dirinya dirawat di RS menggunakan kartu JKN, dia tidak mendapatkan kendala apa pun apalagi mengalami kesulitan. Dia malah merasa sangat terbantu serta dilayani dengan sangat baik oleh petugas kesehatan.
“Waktu itu saya dirawat di RS sekitar 1 minggu, alhamdulillah selama saya dirawat saya tidak perlu menggunakan tabungan untuk biaya pengobatan karena semua sudah ditanggung oleh Program JKN,” kata Jihan.
Jihan berharap, Program JKN agar dapat terus ada. Dia telah merasakan manfaat Program JKN sehingga dia menginginkan keluarga dan masyarakat lainya dapat merasakan manfaat yang sama.
“Tidak ada orang yang ingin sakit, namun jika suatu saat kita jatuh sakit, saya harap keluarga dan seluruh masyarakat juga ikut merasakan manfaat Program JKN ini. Terima kasih untuk pemerintah dan BPJS Kesehatan yang sudah hadir untuk membantu kami,” jelas Jihan.
Sebagai informasi, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk. Penyakit ini sering terjadi pada daerah tropis dan sub tropis. Gejalanya adalah demam, ruam, serta nyeri otot dan sendi. Pada beberapa kasus parah, terjadi pendarahan hebat dan syok yang dapat membahayakan nyawa. Menurut data Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, Hingga bulan April 2022 telah ada 65 kasus DBD di Kabupaten Minahasa dan dua warga meninggal dunia. Sedangkan untuk tahun 2021 tercatat 134 kasus.
